Sekolah Tidak Mendidik, Hanya Mengajari

31 05 2009

Guys, pernahkah kalian berpikir seperti itu? Atau paling tidak, merasa bahwa apa yang kalian lakukan hanyalah dateng ke sekolah, duduk-dengerin guru ngomong, pulang sekolah. Malemnya ngerjain PR. Terus esok harinya, kalian ke sekolah lagi, duduk-dengerin guru ngomong, pulang sekolah, dan malemnya ngerjain PR. Atau paling banter hanya tugas makalah, wawancara, dsb, yang nantinya cuma 1 orang yang ngerjain, semenara lainnya santai-santai.

Ya, inilah yang kita rasakan dengan “sistem pendidikan” di Indonesia yang kurang mendidik anak sekolah. Pada saat sekarang, sekolah hanyalah tempat transfer ilmu saja, dari seorang guru -yang lebih duluan mendapat ilmu- kepada murid -yang baru mendapat ilmu- dengan asas timbal balik (siswa mendapat pengetahuan, guru mendapat gaji dari SPP). Dengan sistem seperti ini, siswa-siswa keluaran sekolah tentu tidak bisa mengerjakan apa-apa ketika dia keluar/lulus dari bangku sekolah, karena memang hanya pengetahuan teoritis saja yang ia dapat semasa sekolah.Siswa tidaklah diajak untuk memperdalam pengetahuan, namun hanya diberikan, dan siswa dipaksa untuk mengerti. Siswa merasa belajar itu hanyalah menjadi beban dan bagi mereka, sehingga tidak pernah ada niat untuk belajar dengan iklas pada pikiran mereka, kecuali segelintir saja -itupun sudah dibangun sebelum sekolah-. Belum lagi masalah guru yang memakan “gaji buta”, siswa yang selalu bolos dari pelajaran, dan masalah-masalah lainnya, yang merupakan implikasi dari sistem dasar pendidikan di Indonesa ini. Akibatnya, sekolah bukan lagi tempat untuk mendidik siswa agar dapat menjadi generasi revolusioner, namun hanya generasi yang membawa beban yang berat dan bergerak letoy, yang tidak memiliki produktifitas kerja yang baik, yang hanya menyusahkan masyarakat saja, dan sifat-sifat negatif lainnya.

Lalu, bagaimana seharusnya sistem pendidikan yang baik? Tentu sistem pendidikan ini harus mampu menjadikan siswa-siswa ini berubah, bukan hanya meningkat ilmu pengetahuannya saja, atau memiliki kemampuan ekstra saja, tapi berubah serta pola pikirnya, menjadi pola pikir Islami, yang senantiasa menjaga aqidah, kepribadian, serta batasan-batasan yang ditetapkan oleh Syariah Islam. Dalam Islam, siswa tidak hanya diajarkan ilmu pengetahuan, namun siswa juga dibina sisi spritual serta fikrah (pemikiran) nya. Dengan hal ini, siswa tidak akan menjadi generasi perusak ataupun generasi pemberhenti, namun menjadi generasi yang senantiasa berpikir lurus ke depan dan maju. Siswa akan berpikir untuk tetap mengembangkan ilmu pengeahuan ini, dan bahkan menjadi pelopor bagi adanya ilmu-ilmu baru, baik turunan maupun induk. Siswa akan tumbuh menjadi generasi yang bermoral dan beradab, yang tidak asal melakukan demo-demo anarkis di sana sini, tapi lebih berpikir bagaimana solusi yang seharusnya diterapkan jika ada masalah yang terjadi pada negara. Itulah siswa-siswa keluaran sekolah yang seharusnya, dan hal ini tidak akan pernah terjadi jika sistem pendidikan ini tidak berubah, lebih jauh yaitu sistem pemerintahan yang tidak mengasaskan Islam, berubah menjadi sistem Negara Islam.


Aksi

Information

14 responses

5 06 2009
dewa

trus update artikel’x…
artikel seperti “Sekolah Tidak Mendidik, Hanya Mengajari” tu dah dijawab pemerintah dgn KBK dan KTSP’x. tinggal gimana guru melaksanaka’x.

8 06 2009
thebest195friends

Ya terima kasih atas saran vyang diberikan oleh anda…

10 06 2009
Ari Julianto

saya kira untuk sementara ini pemerintah telah berusaha membuat sistem pendidikan yang ‘baik’ untuk diterapkan, tapi menurut saya masalah mendidik tidak mendidik itu masalah intern antara guru dan siswa.
Dari segi siswa apa siswa telah siap untuk belajar yg hrsnya di i’tikadi thalabul ilmi dan sungguh2 lalu berusaha untuk mengamalkan dlm khdupan shari2. Nah permasalahannya sejauh yg saya pantau siswa spertinya mau gak mau dalam belajar, maksudnya siswa katanya mau belajar tapi kadang ngeluh sendiri dengan pelajarannya sehingga motivasi atau semangat belajarnya terlumpuhkan oleh rasa ngeluhnya itu boro2 mau tw cara m’aplikasikan dlm khidupan……
Di sisi pendidik atau guru, setau saya guru dimana2 berusaha memberikan metode ajar yg baik dan efektif namun terkadang cara penyampaiannya yang kurang diterima siswa karena berbagai alasan….
Nah dari problem itulah sehingga terjadi statement bahwa sekolah tidak mendidik.
Begitu menurut pendapat saya…. terima kasih.

10 06 2009
thebest195friends

Jadi menurut kami lebih baiknya milih presiden yang lama , soalnya lebih pengalaman dan meneruskan program yang berlum pernah kesampaian

13 06 2009
Ari Julianto

kenapa jadi bahas presiden????? kan saya ngasih komentar tentang pendidikan di artikel yang judulnya “Sekolah Tidak Mendidik, Hanya Mengajari ini”….. apa hubungannya sama presiden lama ati presiden baru…. saya jadi bingung#^%$^&@

14 06 2009
thebest195friends

Ya..pasti sangat berhungan dengan presiden…….

Oh…ya kang tau……rumus html bwt bikin kotak……gak…

19 06 2009
Chacha

Och, gitu yach

20 06 2009
thebest195friends

ya,itu juga tapi bagaimana cra gurunya mengajar….

22 06 2009
super

betul juga.
kadangkadang dosen atau guru hanya sekedar mengajar… bukan mendidik anak menjadi baik akhlaknya dan lainlain.

contoh: sekolah ekonomi, disana hanya diajarkan teori bukan praktek secara nyata dalam menghasilkan uang.

namun berkat interent, kita bisa belajar secara nyata untuk menghasilkan uang dari internet.
contoh webnya http://www.uangsuper.com

dengan modal 78ribu saja, kita sudah bisa punya bisnis sendiri dan dapat uang hingga 11juta/bulan dan bonus

23 06 2009
thebest195friends

Nah itu kita akan rugi bayar kuliah mahal-mahal tapi ilmu yang kita dapat hanya beberapa persen saja………

23 06 2009
Dhinar

Membaca Artikel Guru tidak mendidik hanya mengajari, membuat saya tercenung…benarkah..penilaian anak-anak sepeerti itu? Semenstara kita sebagai guru selalu menyalahkan anak yang tidak mau belajar, tidak punya motivasi belajar, tidak punya keinginan, hanya ingin tanpa berusaha. Setelah membaca habis..renungan dalam diri harus secepatnya dicari penyelesainnya, bagaimna kita mampu menjadi figur guru yang tidak hnya mengajar, tapi juga mendidik, Bisakah? Bisa…tentu saja asalkan kita tidak menjadi gelas yang tertutup. Tapi ada satu yang digarisbawahi, Uang SPPnak-anak tidak dipakai untuk menggaji guru, sebagai PNS, gaji kita diambil dari APBN, gitu lho….

23 06 2009
thebest195friends

terima kasih ja waban ibu sangat brilian sekali aku bangga dengan tanggapan dari ibu berikan……

23 06 2009
Shika

iya, akuh setuju dengan artikel ini

24 06 2009
thebest195friends

Sip..dan terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s