Diskriminasi Pendidikan……

30 05 2009

Temen-temen tahu nggak, jaman ayeuna berapa harganya untuk masuk SMA? Menurut survey yang kami lakukan, rata-rata mencapai 1,5 juta rupiah, itupun dengan fasilitas sekolah yang seadanya. Terus, temen-temen tahu nggak, berapa penghasilan tukang becak dalam sebulan? Kalau rata-rata per hari adalah sepuluh ribu rupiah, maka setiap bulan tukang becak akan mendapat penghasilan Rp 300.000. Maka, seorang tukang becak baru bisa memasukkan anaknya ke SMA setelah 5 bulan berturut-turut menabung penuh penghasilannya. Sementara di sisi lain, ada seorang anggota DPR yang “berpenghasilan” Rp 46,1 juta per bulan. Dengan mudah, dia bisa memasukkan anaknya ke SMA yang berbasis internasional dengan uang SPP ratusan ribu per bulannya.

Nah, setelah mendengar fakta tadi, apa yang temen-temen pikirkan? Tentu, ini adalah sebuah diskriminasi yang sangat jelas. Fakta ini memaparkan kepada kita, bahwa sekolah yang layak itu hanya untuk orang kaya saja, tidak untuk orang miskin. Sehingga, ada istilah “orang miskin nggak boleh sekolah”, karena kalau memaksakan diri sekolah, maka tidak akan sanggup untuk membayar biaya-biaya sebagainya.

Temen-temen tahu nggak, Indonesia tuch menempati peringkat 137 dari 147 negara dalam kategori produktivitas kerja SDM-nya (http://arishamzah.multiply.com/journal/item/86)! Ini adalah implikasi konkrit dari fakta yang temen-temen baca tadi. Sekarang, jumlah penduduk miskin di Indonesia sebanyak 35 juta jiwa (Kompas, 22 Februari 2009). Tentu, sangat banyak tunas bangsa yang terpaksa berhenti atau bahkan tidak sempat sekalipun mengecap bangku sekolah. Hal ini bukan hanya karena factor kemalasan saja, namun yang paling berpengaruh tentu karena factor ekonomi tadi. Bandingkan dengan tetangga terdekat kita, Singapura yang menduduki peringkat ke 25 (www.edubenchmark.com/menyiapkan-sdm-yang-kompetitif.html – 23k). hal ini sungghu mengenaskan, mengingat puluhan tahun silam Indonesia mengekspor guru-guru kita ke Negara tetangga.

Nah, sekarang kita lihat para petinggi Negara kita. Apakah mereka memperdulikan nasib pendidikan Indonesia? Kami tidak bermaksud untuk melakukan provokasi, tetapi kita melihat faktanya, bahwa pemerintah sekalipun menyediakan sekolah gratis, hanyalah sekolah-sekolah dengan fasilitas yang sangat minim. Sungguh tidak layak sama sekali.

Jadi, jika Indonesia ingin memajukan pendidikan di Indonesia, maka perubahan itu jelas diperlukan. Pemerintah seharusnya menggratiskan pendidikan di Indonesia, baik itu untuk orang miskin maupun orang kaya, tentu denagn fasilitas yang menunjang.


Aksi

Information

15 responses

30 05 2009
Eka

setiap orang memiliki pandangan berbeda-beda….
ada yang setuju dengan adanya demokrasi adapun yang tidak setuju.
tapi yang terpenting adalah………………………………
tetaplah bersaudara dan bahu membahu untuk mengharumkan negara yang kita cintai ini!!!!!
hidup para pemuda yang berjuang!!!!!

1 06 2009
thebest195friends

Itu mungtkin bagi para pemuda yang sadar akan pendidikan bagi yang tidak sadar mereka mungkin acuh tidak acuh…

30 05 2009
sakainget

gimana ya?!!! sebenernya Demokrasi itu sangat bagus. Hanya di negara kita saja mungkin yg namanya Demokrasi agak simpang siur, sampe2 para pejabat saja “kurang peduli” dg makna dari demokrasi tersebut.

salam.. SAKAINGET
sunda oge😀

1 06 2009
thebest195friends

Sekarang tuh para penjabat lebih mementingkan perut mereka saja dibandingkan masyarakatnya sendiri…:)

30 05 2009
phi

iia..skarang memang uang lagi berkuasa..tapi kalo indonesia trus-trusan di bawah pengaruh uang and diskriminasi trjadi di mana2..gmn jadi nya indonesia???

harus nya pemerintah mikirin lagi tentand biaya pendidikan..

1 06 2009
thebest195friends

Memang jaman sekarang itu demi uang orang dapat melakuakan apa saja….

30 05 2009
pia

skarang..pemerintah gie subuk nangenin pilpress..makanya diskriminasi pendidikan bkand jadi permasalahan yang utama bwadh pemerintah,,

30 05 2009
thebest195friends

makasih ya dah ngirim. tapi kalau kata kami, pendidikan itu salah satu hal yang penting, loh. coba, kita maen tebak-tebakkan. kalau misalnya nanti, presiden yang baru dah terpilih, pendidikan bakalan maju nggak? makanya, nggak ada hubungannya antara pilpres sama program pendidikan.

1 06 2009
thebest195friends

ya tidak bisa begitu donk,masalahnya struktur pemerintahan juga kan dipengaruhi faktor pendidikan..

1 06 2009
Nadia

wach, kalau gitu di indoensia teh parah ya.

2 06 2009
thebest195friends

bisa dibilang gitu deh…..maka dari itu kita sebagai cikal bakal indonesia harus berjuang]

23 06 2009
Dhinar

Tapi jangan lupa..sekolah semahal apapun menyediakan 10% untuk siswa tidak mampu. Pendidikan memang mahal, di Finlandia bisa gratis, tapi pajak yang dibebankan pemerintah kepada wargnya tinggi. Di Belanda…hanya orang yang memiliki kemampuan IQ tinggi saja yang dapat melanjutkan sekolah, yang lainnya ke Politeknik2. Sehingga biaya sekolah yang tinggi tidak sisa-sia. Sementara di Indonesia, semua ingin sekolah tanpa melihat kemmapuan diri sendiri. AKhirnya PT hanya menghasilkan lulusan yangbanyak, sementara pasar sudah jenuh.

23 06 2009
thebest195friends

Trima kasih ibu telah kirim komen keblog kami………doakan semoga sukses

23 06 2009
Ari Julianto

Saya hanya sedikit menyinggung bagian “…Pemerintah seharusnya menggratiskan pendidikan di Indonesia, baik itu untuk orang miskin maupun orang kaya, tentu denagn fasilitas yang menunjang…”
secara pribadi saya kurang setuju dengan statement tersebut, ada juga pemerintah dan yang kaya diwajibkan membantu yang miskin dengan subsidi silang yang diprogramkan oleh pemerintah dan sekolah supaya benar2 tersalurkan
emang konon sekarang juga hampir di tiap sekolah ada bantuan semacam itu, tapi mana…..hanya prolog saja, ini saya kira karena ketidakseriusan pihak penyelenggaranya….
segitu saja, kurangnya saya mohon maaf dan bila ada yang kiranya kurang pas mohon pelurusannya.
terima kasih

24 06 2009
thebest195friends

Ya emang sih..seharusnya beguitu….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s