Krisis Ekonomi Dunia Belum Berakhir

29 06 2009

Guys, pernah denger istilah “kapitalisme” nggak? Kapitalisme adalah ideologi yang melandaskan ide-idenya dengan memisahkan agama dari kehidupann dunia (sekularisme). Ideologi kapitalisme digunakan oleh berbagai negara di dunia, seperti Inggris, Perancis, dan juga negara super power saat ini, Amerika Serikat. Aplikasi sederhananya, peraturan-peraturan (perundang-undangan) didasarkan pada kepentingan para kapitalis (pemilik modal), sehingga orang-orang kayalah yang mampu berkuasa serta mengendalikan negeri-negeri di dunia ini. Lalu, kalau negara sendiri yang memiliki ideologi tersebut, bagaimana? Tentu, negara tersebut akan berusaha untuk menyebarluaskan ideoogi tersebut melalui penjajahan yang kita kenal dengan nama “neo-liberalisme”. Nach, bagi yang sering nonton TV, apalagi saat-saat menjelang pilpres, salah satu ide yang dikampanyekan dari seluruh presiden, adalah bahwa mereka bukan neo-liberalis, atau disingkat neo-lib. Neo liberalisme, adalah liberalisasi (pembebasan) gaya baru, yang intinya adalah membuka lahan perekonomian negara, sehingga muncullah privatisasi dari berbagai sektor, seperti pendidikan, barang tambang (emas, minyak, gas alam, dll), pendidikan (dengan adanya UU BHP), dll sebagainya. Istilah kasarnya tuch, penjualan aset negara. Nach, lalu hubungan dengan judulnya, apa dong? Ya berhubungan, lah! Bagi yang rajin mengikuti perkembangan politik dunia, pasti tah dong, kalu sekarang tuch dunia lagi mengalami krisis ekonomi yang sangat parah. Tak terkecuali negara super power Amerika. Angka pengangguran di negeri Paman Sam tersebut mencapai 8,9 %. Ekspor barang dan jasa pada kuartal pertama tahun ini pun, menurun drastis sebesar 30%. Lalu, ke tingkat dunia pun, seperti organisasi internasional OECD, mengalami angka kegagalan kredit mencakup 71 % dari total produksi nasional secara global. Bahkan, menurut New York Times, perekonomian negara-negara berkembang telah melalui kuartal paling buruk sejak satu dekade lalu. Negara berkembang, seperti Indonesia, sebagian negara Afrika, dan lain-lain pun mengalami dampak yang parah karena krisi ekonomi dunia ini. Lebih jauh, dampak krisis ekonomi global ini adalah tingginya tingkat inflasi. Contohnya Inggris. Inggris mengalami inflasi yang cukup tinggi, yaitu sekitar 2,9%, dan paling tinggi pad tahun 1930. Tingginya tingkat inflasi di negara-negara lainnyapun, ikut menunjang kenapa harga minyak naik dari US$ 36 perbarel mencapi US$58 per barel, dan akhirnya sekarang melambung tinggi mencapai lebih dari US$100. Seluruh penjelasan barusan, membuktikan bahwa bangunan ekonomi Kapitalisme selama ini memang rapuh. Hal ini makin membuktikan, bahwa pembangunan apa aja -termasuk ekonomi- yang tidak didasarkan pada taqwa (syariah), pasti akan rapuh dan akhirnya hancur. Allah SWT berfirman dalam surat at-Taubah ayat 109, “Apakah orang-oeang yang mendirikan bangunannya di atas dasar taqwa kepada Allah dan keridhoan (-Nya) itu yang baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu bangunan itu jatuh bersama-sama dengannya ke dalam Neraka Jahanam? Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zalim” Jadi, apa lagi yang harus ditunggu untuk merubah kondisi saat ini, dari kondisi non-islami (tidak tegaknya syariah dan khilafah) menuju kondisi Islami (tegaknya syariah dan khilafah)?

Iklan




Kepedulian Orang Tua Terhadap Anak

23 06 2009

Kecerdasan anak adalah tanggung jawab orang tua, karena orang tua yang bertanggung jawab penuh untuk mendidik anakinya menjadi oaring yang berbakti kepada orang tuanya.Seorang anak akan berbakti atau akan menurut apabila orang tuanya selalu memperhatikan anaknya.Paea orang tua selalu memikirkan supaya anaknya menjadi anak yang  berbakti dan menjadi orang yang pintar dan cerdas.Untuk itu para orang tua sudah memikirkan matang-matang untuk membuat anaknya menjadi orang yang cerdas.Orang tua menambah jadwal belajar anaknya dengan cara mendaftarkan anaknya ketempat LES.Dengan cara itu anaknya bisa menjadi lebih pintar dan asalnya pelajarang yang tidak mengerti menjadi menambah mengerti, itulah sikap orang tua yang sangat perduli kepada anaknya.

Sedangkan para orang tua yang tidak peduli dan acuh tak acuh kepada anaknya, maka anaknya akan menjadi begajulan dan menjadi anak yang mempunyai sikap yang setidak wajarnya, karena kelalaian orang tua yang tidak selalu memperhatikan anaknya dengan baik.Karena para anak-anak menjadi seperti itu merasa dirinya itu tidak berharga dimata orang tuanya.Padahal setiap anak berhak mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya.Anak yang mempunya sikap seperti itu karena mereka ingin diperhatikan oleh orang tuanya atau mereka juga berbuat seperti itu karena stress karena menjadi orang yang tidak mempunyai harganya.

Kepedulian orang tuanya terhadap anaknya sangatlah penting karena dapat membantu untuk memulihkan sikap spikologi anak.Banyak anak-anak yang stress atau bertingkah aneh karena kurangnya perhatian orang tua terhadap anaknya.Tapi kita sebagai anak yang baik dan shaleh walaupun kita tidak dapat perhatian khusus dari orang tuanya kita harus tetap semangat jangan menyerah.Tunjukan ke semua orang walaupun kita tidak mendapat perhatian kita tetap saja bisa melakukan sesuatu dengan ceria dan happy fun.Walaupun anak-anak yang lain disuruh mengikuti LES supaya pintar,kita yang tidak ikut LES jangan berkecil hati.Tanpa mengikuti LES kitapun juga dapat menjadi anak yang pintar asalkan kita mau rajin belajar setiap hari dirumah atau mengajak teman-teman untuk mengadakan kerja kelompok, untuk belajar bareng bareng.Jadi kita dapat bertukar pikiran satu sama lainnya.Asalnya pelajaran yang kita kurang dimengerti kita tanyakan kepada salah satu teman yang lebih mengerti.

Jadi kita walaupun kurng perhatian dari orang tua jangan berkecil hati.Kita harus semangat untuk menyongsong masa depan.Dan bagi anak-anak yang selalu  mendapat perhatian orang tua untuk menjadi anak yang sukses harus selalu mematuhinya jangan sekali-kali mengecewakan orang tua apabila sudah  diberi kepercayaan.Kepercayaan akan dating hanya satu kali tidak akan dating yang kedua kalinya.Karena mendapatkan klepercayaan dari orang tua sangat lah susah dibandingkan dengan orang lain.Dan bagi orang tua selalu memperhatikan sikap dan kelakuan anaknya di lingkungan rumah dan pada saat berda dilingkungan luar, karena itu sangat berpengaruh sekali.-pergaulan dilingkungan rumah sangatlah berbeda dengan lingkungan diluar.Lingkungan diluar sangatlah kejam dapat merubah  sikap seseorang dengan secara cepat.





Kebergantungan Dalam Pembelajaran…

20 06 2009

Temen-temen, pernah nggak temen nyontek? Misalnya, kalau belum ngerjain PR, tugas harian, atau bahkan ketika ulangan, mungkin? Banyak banget faktor yang menyebabkan kita untuk terdorong hingga akhirnya nyontek. Misalnya karena kita nggak tahu jawaban soalnya, atau males ngerjainnya, atau alasan-alasan lain. Nah, karena alasan yang sedemikian banyaknya itulah, yang akhirnya kita terdorong untuk mengerjakan salah satu perbuatan kejahatan ini. Karena itu, akhirnya kita jadi mengalami ketergantungan kepada orang lain. Kalau misalnya, orang yang sering kita contekin nggak ad, pasti kita uring-uringan, karena belum ngerjain apapun. Atau misalnya kalau kita ujiannya lisan (kan, nggak bisa nanyain ke belakang) pasti kita langsung protes ke gurunya, atau pasrah di depan guru nanti, mau jawab asal-asalan.
Tidak bisa dipungkiri, banyak siswa di sekolah terbagus sekalipun di Indonesia ini, ada aja yang nyontek, meskipun hanya segelintir orang saja. Kebanyakan dari mereka adalah orang yang kerjaannya tiap hari main aja, dari pagi hingga pagi lagi. Ke sekolah pun, mereka hanya datang, terus mintain jawaban PR, terus pulang siangnya, tanpa sedikitpun mereka pahami pelajaran yang mereka dapatkan di sekolah. Lalu, anak – anak yang terkategori pintar, biasanya mempnuyai ciri-ciri berkacamata tebal, rambut rapih (tapi ada juga yang digaya-gayain), bawa buku literatur tebal di tasnya. Terus, gayanya culun, kalau dimintain jawaban pasti mau dengan diiming-imingi kata – kata pujian seperti “Da bageur” atau “Pahlawan kita”, atau kata – kata jilatan lainnya. Nah, inilah hal-hal yang sering terjadi ataupun bahkan kita alami sendiri di Indonesia dengan sistem pendidikan yang seperti ini. Dan, mereka orang-orang yang sering nyontek itu, nantinya setelah mereka lulus, mereka akan menjadi pengangguran yang bahkan untuk nganggur pun nggak jelas, atau menjadi supir angkot, ojek, ataupun becak, atau masuk kuliah bagi orang – orang yang kaya, dengan biaya masuk melalui jalur “khusus” sebagai pelicin jalan mereka. Ya, inilah potret kebanyakan kehidupan remaja SMA di Indonesia ini. Tidak berlebihan jika dikatakan, bahwa mental anak remaja sekarang sudah bobrok.
Kebergantungan dalam pelajaran ini juga memicu timbulnya masalah – masalah lain, yang terkait dengan faktor psikologi (perkembangan jiwa) si anak. Di mana, mereka tidak bisa membohongi hati kecilnya sendiri, bahwa mereka “tidak puas”. Bandingkan antara seorang anak yang mendapatkan nilai 100 dalam pelajaran Matematika, tapi hasil nyontek; dengan seorang anak yang mendapatkan nilai 65 dalam pelajaran Bahasa Sunda, tapi dengan kerja kerasnya sendiri. Berapa besarpun nilainya, itu tak akan berarti karena hanya mengkopi jawaban dari temannya. Namun, berapa kecilnya nilai yang didapatkan, itu akan berarti luar biasa bagi seseorang yang bekerja keras. Di sini, pentingnya lapang dada, dan sebagainya. Atau misalnya kerja kelompok, di mana banyak sekali kasus di mana anak – anak yang sering tergantung dengan orang lain, senantiasa mengincar untuk berkelompok dengan anak – anak pintar, dengan satu alasan: agar mereka tiadk kerja. Dengan mengandalkan anak – anak pintar tersebut, mereka tidak perlu bersusah payah lagi untuk mengerjakan tugas kelompok tersebut. Anak – anak pintar pun, selalu menutup – nutupi kebenaran, bahwa mereka sebenarnya tidak kerja sedikitpun, namun dicover dengan rasa ketakutan mereka. Ada juga orang – orang pintar namun bodoh, yang menggantikan kerja mereka dengan hal – hal teknis, seperti dipinjamkan penghapus, atau dicariin koran, atau sebagainya.
Generasi pemuda adalah generasi yang menjadi tonggak penerus di masa depan nanti. Bagaimana jika generasi pemudanya terus seperti ini? Nah, di sinilah, kita harus mengubah pragmatisme pendidikan yang seperti ini. Di mana, semua anak harus berusaha dengan kekuatan mereka, dan tumbuh menjadi orang yang dapat berdiri sendiri, dan bahkan mengajak orang lain untuk berdiri. Di mana mereka tidak hanya menonjol dalam bidang pelajaran sekolah saja, namun telah tumbuh pola pikir mereka, untuk senantisa maju dan memajukan orang lain. Dan juga, anak – anak remaja ini tidak memiliki hati yang kecil, yang berani menghadapi tantangan yang mereka akan alami. Bagaimana untuk menumbuhkan mental, jiwa, serta pola pikir seperti itu? Inilah tugas negara. Negara harus menerapkan konsep yang ideal yang dapat membangkitkan jiwa – jiwa remaja, agar mereka tumbuh menjadi pemuda yang hebat. Islam – lah, yang memiliki konsep ideal tersebut. Terbukti, selama 7 abad masa keemasan Daulah Khilafah, ilmuwan – ilmuwan dunia berasal dari Daulah Khilafah. Ilmuwan perintis berbagai disiplin ilmu, seperti Sosiologi, Kimia, dan Fisika tumbuh dengan konsep pendidikan yang diterapkan Islam. Mereka tidak hanya diajarkan dan dilakukan transfer ilmu belaka, namun mereka diajak secara personal ke dalam diri mereka. Mereka tidak menunggu penemuan – penemuan yang dilakukan oleh dunia, namun justru merekalah yang menjadi penemu – penemu itu. Mereka tumbuh menjadi ilmuwan – ilmuwan yang senantiasa mencari pembaharuan dalam kehidupan teknologi dan sosial. Berbagai buku literatur karya mereka, menjadi buku wajib universitas – universitas dunia, hingga beberapa abad lamanya. Itulah, segelintir saja kejayaan pendidikan dalam negara Islam, dan masih banyak lagi yang penulis tidak sempat tuliskan. Nah, sekarang pilihannya ada pada kita.





Pilpres 2009

27 06 2009

Sebentar lagi di Negara kita akan diadakan pemilihan presiden yang akan dilaksanakan pada tanggal 8 juli 2009.Siapapun orangnya yang akan menjadi seorang pemimpin kita, kita tetap harus mendukung ketiga-tiganya.Pada sekarang-sekarang ini kampanye sudah dimuali.Dimana-mana bendera-bendera, spanduk dan stiker sudah dipasang dan ditempel dimana-mana.Banyak berita ditelevisi,dimajalah dan diradio menyatakan bahwa saat sekarang-sekarang ini dikantor KPU sibuk untuk membuat surat pencoblosan capres.Banyak dana bercuhcuran untuk membuat kampanye dimana-mana.Tapi menurut pengamatan kita itu sangat disayangkan sekali dana sebesar itu digunakan untuk kampanye lebih baik disumbangkan saja buat masyarakat yang kurang mampu.Dan memasang bendera dan stiker dimana-mana itu sangat disayangkan juga karena merusak keindahan lingkungan disekitar,kalau memasangnya itu teratur mungkin keindahan itu dapat teratasi.

Tapi para Capres melakukan hal itu adalah demi kebaikan juga karena dengan cara itu para capres bisa terkontrol dari segi Visi MIsi dan program kerja yang akan dilaksanakannya kedepannya.Dan masyarakat bisa tahu apakan para capres itu pantas jadi presiden atau tidak tergantung Visi Misi dan program kerja yang akan diajukannya dan tergantung para masyarakat Indonesia yang memilihnya.Kita sebagai warga Negara yang baik harus mensukseskan pemilihan calon presiden sekarang yang akan dilaksanakan nanti agar tidak ada masalah.Dan diharapkan kepada Calon Presiden sekarang dapat bersaing secara sehat sportif.Walaupun siapa saja yang menjadi presiden Republik Indonesia kita harus mendukung Presiden kita yang baru.Siapapun itu orang nya kita harus tetap mendukungnya, karena orang yang menjadi Presiden berati itu adalah orang yang terpilih menjadi pemimpin kita dan pemimpin itu adalah pilihan raktyat Indonesia.Jadi itu tidak bisa diganggu gugat lagi,apapun itu keputusannya kita harus menerimanya dengan baik.Bagi capres yang gagal menjadi Presiden Republik Indonesia harus menerimanya dengan lapang dada dan harus mendukun kepada pemimpin yang terpilih.Karena keputusan itu tidak dapat diganggu gugat lagi karena keputusan itu adalah hasil poting dari seluruh rakyat Indonesia.Siapa jumlah suaranya terbesar berarti itu adalah orang yang akan menjadi pemimpin kita.

Pokoknya mari kita sukseskan PIlpres 2009






Sekolah di Luar Sekolah

24 06 2009

Hmm?! Judul yang paradoks banget, kan? Katanya sekolah, tapi di luar sekolah. Gimana, seich??! Eits, jangan bingung dulu, temen-temen. Yang dimaksud judul ini, belajar di luar pendidikan formal (sekolah). Nach, yang seperti apa sich, belajar di luar sekolah? Apakah kita bawa buku paket Matematika, terus ngerjainnya di taman? Ya, bukan seperti itu. Cara pembelajaran (kurikulum) nya tentu berbeda dengan apa yang kita dapatkan dengan status “pelajar sekolah”. Temen-temen pernah nggak, ikutan kursus mobil? Atau mungkin, bagi yang jago masak, pernah nngak ikutan bimbingan masak? Nach, hal-hal yang seperti itulah yang dimaksud dengan sekolah non-formal, atau sekolah di luar “sekolah”. Atau, contoh yang lebih jauh lagi, pernah nggak ngebantuin seorang nenek yang tua renta, jalannya udah bongkok, untuk menyebrangi jalan raya? Bahkan, hal yang seperti itu dapat pula dibilang sekolah di luar sekolah. Hmmm… rumit juga ya?
Menurut salah seorang praktisi pendidikan Indonesia, sekolah merupakan tempat dimana kita bisa mendapatkan sesuatu yang baru dan berbeda dengan lingkungan kita untuk kita pelajari. Dengan definisi yang seperti ini, kita bisa mengambil contoh, kalau diskotik sekalipun, merupakan “sekolah” bagi yang belum pernah merasakan dunia maksiat tersebut. Definisi lain juga dikemukakan oleh ketua SRI (Science Research Institute), Thesla. Menurutnya, sekolah didefinisikan menjadi tempat di mana kita bisa belajar. Dalam salah satu karyanya, dia mengemukakan beberapa syarat, agar tempat tersebut bisa disebut sebagai sekolah. Salah satunya adalah, memiliki ilmu yang bisa dimanfaatkan. Tentu, dengan definisi yang umum ini, terlepas dari jahat ataupun baik, tempat tersebut bisa dikatakan sebagai sebuah sekolah.
Salah satu perbedaan yang paling menonjol antara sekolah formal dengan sekolah non-formal, adalah skill (kemampuan). Pada sekolah formal (kurikulum negara kita), kita hanya diajarkan berbagai disiplin ilmu saja. Dalam salah satu artikel kami, ada yang dinamakan “transfer ilmu” saja. Seorang guru datang ke sekolah, lalu masuk kelas, kemudian memberikan pembahasan sesuai dengan apa yang sudah dipelajarinya sesuai kurikulum sekolah. Kemudian memberikan PR, lalu anak-anak pulang. Kurikulum yang seperti ini, sedikit sekali memberikan kita kemampuan untuk mengerjakan sesuatu. Makanya, banyak anak-anak remaja saat ini, yang lebih memilih SMK atau sekolah-sekolah non-formal, dengan alasan, jika ada apa-apa, maka mereka bisa mendapatkan penghasilan sesuai kemampuan yang dimilikinya, apakah itu bidang tataboga, elektronika, software, dan kemampuan-kemampuan lainnya. Bagi sebagian orang, ketika mereka memasuki bangku SMA, maka mereka berpikir untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Jadi, SMA bagi mereka hanyalah batu loncatan saja, untuk mendapatkan ijazah agar bisa melanjutkan ke perguruan tinggi.
Sekolah di luar sekolah ini, juga bermanfaat lebih dibandingkan sekolah formal. Karena, pada umumnya sekolah non-formal ini menuntut kepada orang yang mengikutinya, agar bekerja keras dan mandiri, sehingga hasil yang diharapkan (kemampuan yang diinginkan) bisa dimiliki.

Cat: Di sini, kami tidak berusaha untuk memprovokasi pembaca sekalian, agar lebih memilih sekolah-sekolah non-formal ataupun SMK, dibandingkan sekolah formal, seperti SMA.





Semangat Untuk Maju

22 06 2009

Masa sekarang itu adalah masa yang modern segala sesuatu sudah serba praktis.Segala sesuatu yang kita inginkan selalu tersedia dengan cepat.Seperti dengan kendaraan bermotor,kita dapat kemana-mana  ketujuan yang kita inginkan.Tapi kendaraan bermotor itu  sayangnya bukan hasil prodak buatan bangsa kita sendiri melainkan buatan dari bangsa  yang lain.Padahal dari bangsa kita sendiri banyak orang-orang yang pintar,malahan banyak orang orang dari bangsa kita yang menjadi juara dunia olimpiade Fisika,matematika,dan lain-lain.Mengapa ilmu tersebut tidak dipergunakan untuk bangsanya sendiri.Kita jangan terlalu terpaku dan menghandalkan dari bangsa asing, mengapa kita tidak mencobanya sendiri membuat barang-barang,membuat mesin kendaraan bemotor dari bangsa kita sendiri.Dengan biaya yang murah kita dapat menghemat biaya,kita  dapat  mempergunakan biaya itu untuk keperluan yang lainnya.

Walaupun barang-barang yang kita belum kualitasnya yang terbaik dikalangan perdagangan dunia,setidaknya kita dapat  mencobanya terlebih dahulu.Dengan seiringnya jaman mungkin tahun yang akan datang kualitas barang yang dibuat dari bangsa kita bisa diterima oleh kalangan bangsa lain dan dapat menjadi pengexpor barang terbaik.Yang baik kita mau berjuang terus untuk memajukan bangsa kita sendiri.Pepatang mengatakan dimana ada kemauan  disitu ada jalan”.Kita tidak boleh menyerah dan harus saling mengingatkan satu sama lainnya untuk pentingnya kesadaran utuk membangun bangsa yang lebih baik dan makmur.Buat bangsa kita ini menjadi lebih berbeda dari tahun-tahun yang sebelumnya, jangan  sampai bangsa kita ini bukannya maju malahhan menjadi mundur  atau menjadi bobrok.Kesadaran untuk maju sangat kita nantikan untun mencapai kejenjang yang lebih baikdan kita buat Negara kita benjadi aman, tenteram,dan sentosa.

Mari kita ajak semua masyarakat Indonesia untuk membangkitkan rasa nasionalisme kita untuk membangun bangsa Indonesia dan semangat untuk maju.






Islam Akan Tegak Sebentar Lagi!

17 06 2009

Guys, pernah denger ucapan seperti ini nggak, “Aah… Daulah Khilafah, Syariah, itu mah udah nggak jamannya lagi. Udah kadaluarsa!” atau yang seperti ini,”Di jaman globalisasi ini, Islam itu seharusnya tidak usah diformalkan, cukup kita amalkan saja rukun islam yang penting, yaitu mengucapkan dua kaliamt syahadat, shalat, zakat, puasa dan ibadah haji” atau bahkan seperti ini,”Islam itu nggak relevan kalau misalnya diterapin di Indonesia. Indonesia kan terdiri dari beragam-ragam suku, bangsa, ras, dan agama. Jadi itu adalah impossible untuk menerapkan syariah khilafah Islam di Indonesia yang pluralis ini.”. Kalau temen-temen pernah denger orang berkata sepert itu, ucapan-ucapan seperti itu hanya keluar dari salah satu dari 3 jenis orang berikut: 1) Orang kafir yang membenci Islam; 2) Orang Islam liberal; 3) Orang Islam yang sudah terjangkiti atau diracuni pikirannya. Untuk yang pertama, Allah sudah mengabadikan dalam al-Qur’an. Lalu, jenis yang kedua dan ketiga ini, adalah kaum muslim yang sebenernya sama-sama terjangkiti oleh racun barat, baik disadari (sengaja) maupun tidak disadari. Kaum kafir barat yang membenci Islam, senantiasa menghembuskan isu-isu gelap mengenai Islam, seperti teroris lah, negara Islam tidak manusiawi lah, Islam tidak menghargai wanita lah, dan berbagai racun-racun lainnya, sehingga menyebabkan umat Islam sendiri sudah kehilangan kepercayaan bahwa Islam-lah satu-satunya jalan yang benar. Setelah disebarkan isu-isu tersebut, barat juga mengirimkan kembali ide-ide barunya, seperti nasionalis, pluralis, demokrasi, HAM, dan ide lainnya, untuk semakin menjauhkan umat Islam dari ajaran yang sebenarnya, karena jelas, ide-ide barat itu bertentangan dengan Islam.
Tapi, temen-temen, percaya nggak percaya, sekarang umat Islam di seluruh dunia sekarang sudah banyak yang sadar dan ingin kembali ke sistem Islam. Hal ini ditunjukkan oleh kaum muslim di berbagai belahan dunia, seperti dari Mesir, Syria, Pakistan, Palestine, Indonesia, Malaysia, bahkan Inggris dan Amerika. Kaum muslim sadar -insya Alah termasuk kita- bahwa the problem solving adalah dengan diterapkannya sistem Islam di dunia ini. Mereka tidak percaya lagi dengan berbagai ide racun seperti demokrasi, HAM, pluralis, dsb. Berbagai survey yang dilakukan oleh lembaga survey maupun universitas-universitas telah membuktikan (khususnya di Indonesia), bahwa mayoritas umat Islam lebih memilih untuk diterapkan sistem Islam. Berbagai harokah Islam meluas dan menggerakkan hati serta pikiran umat, agr mereka kembali ke jalan Islam. Hanya saja, justru para pemimpin negara-negara muslim-lah, yang berusaha menghalangi pergerakan syariah khilafah. Justru pemimpin umat muslim yang seharusnya diharapkan untuk mengarahkan mereka menuju sistem Islam, menghianati mereka. Seperti kasus pintu perbatasan Mesir ketika Palestina diserang, ketidakpedulian Raja Arab, bahkan pemimpin Pakistan, Zardari membunuhi kaum muslim rakyatnya sendiri, karena mereka dikategorikan “berbahaya”, tentu berbahaya bagi sang negara tuannya, Amerika Serikat. Tentara Pakistan mengklaim telah menewaskan sekitar 160 rakyat sipil yang mereka tuduh sebagai Taliban (al-Jazeera TV, 10/5/2009). Ironis, bukan?
Temen-temen, Allah berfirman dalam surat al-Maidah ayat 49-50:
“Dan hendaklah engkau memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka. Dan waspadalah terhadap mereka, jangan sampai mereka memperdayakan engkau terhadap sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan ALlah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah berkehendak menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebagian dosa-dosa mereka. Dan sungguh, kebanyakan manusia adalah orang-oeang yang fasik. Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki? (Hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang meyakini (agamanya)?”
Merekalah, orang-orang kafir penjajah dan orang-orang Islam liberal yang telah menyesatkan dan meracuni pikiran umat Islam. Mereka tidak menginginkan sistem Islam tegak kembali. Mereka tidak menginginkan umat Islam maju dan memimpin dunia ini. Mereka mengaburkan ayat-ayat Allah dan menyamakannya dengan ide-ide barat. padahal Allah berfirman dalam surat al-Baarah ayat 42:
“Dan janganlah kamu campuradukkan kebenaran dengan kebatilan dan (janganlah) kamu sembunyikan kebenaran sedangkan kamu mengetahuinya.”
Sekarang sudah saatnya bagi kita, umat Islam untuk bangkit. Kita jangan mau menyerah dan putus asa oelh berbagai cemoohan, cercaan, hinaan, ancaman bahkan siksaan sekalipun yang ditujukan bagi kita karena memperjuangkan syariah khilafah ini. Kita harus menjadi para pengemban da’wah, yang senantiasa menyaarkan umat akan kemuliaan Islam ini. Ketahuilah, Allah berfirman dalam surat Ali Imran ayat 104:
“Hendaklah ada di antara kalian segolongan umat yang menyerukan kebajikan dan melakukan amar makruf nahi mungkar, merekalah orangorang yang beruntung.”