Negeriku Adalah Rumahku
Ku berdiri dan menjungjung tinggi Negeri ini
Ku busungkan dadaku dengan penuh semangat
Ku berteriak Majulah Negeriku
Majulah Bangsaku
Ku berdiri di negeri yang amat kaya ini
Kaya akan Segalanya
Kaya dengan beribu-ribu dan berjuta-juta kekayaan alam
Yang tak ternilai harganya
Di Negeri tempat kita berpijak ini
Masih banyak rahasiah yang masih tersimpan
Dari beragam kekayaan lainnya
Kita harus bangga menjadi bangsa Indonesia
Negeri yang kaya dan makmur ini
Tempat tinggal dan tempat dilahirkan kita
Kita harus ingat dengan apa yang telah diberikan negeri ini kepada kita
Karena kita harus ingat dimana kita berpijak
Disitulah aku berdiri tegak
Negeriku adalah rumahku
Bangsaku adalah bangsa Indonesia
Negeriku adalah Indonesia
Disanalah dimana aku berpijak,bernafas,dan tinggal
SBY
SBY kau begitu tegar menghadapi semua ini
Kau begitu gagah dan berani
Kau begitu sabar menghadapi semua ini
Kau begitu ganteng dihadapan semua
SBY kau begitu tangguh dihadapan kami
Kau akan bersaing pada 9 April nanti
Bersaing dengan hati nuranimu
SBY kobarkan api semangat 45
Yang akan menjadi sumber kekuatan bangsa Indonesia
SBY tapi kau mengapa mempermainkan hati rakyat
Menaik turunkan harga minyak bumi
Sampai diturunkan 3X
Ee…Diturunnkan…..
Ee…Diturunnkan…..
Ee…Diturunnkan…..
GERINDRA
Kau adalah sang penguasa udara
Sesosok pembela kebenaran
Kau begitu tegas untuk mengambil perhatian rakyat
Rasa cintamu terhadap negeri ini begitu amat besar
Gerindra sebuah gerakan Indonesia raya
Sebuah gerakan untuk menyonsong masa depan
Gerindra kau begitu jaya
Kau begitu gagah dan perkasa
Prabowo Sugianto sang pelopor baru
Membawa nama baru
Membawa lambang baru
Kobarkan semangatmu ke negeri ini
Negeri Indonesia Raya
Majulah partaiku
Gerindra………………….
Gerindra………………….
Gerindra………………….
Contreng no 5
Partai Gerindra Prabowo Sugianto
Satu kali lagi teriakan semangatmu
Partai Gerindra…….
ANAK JALANAN
Kini harapanku telah lenyap
Masa depanku sudah tidak terjamin lagi
Harapan dan impianku kini telah usai
Tak ada lagi yang bisa aku banggakan
Kini putuslah harapanku sudah
Apa yang aku bayangkan hanyal sebuah kenangan
Aku tidak bisa mencari teman yang sebaya lagi
Temanku hanyalah sebuah gitar tua
Yang tak mungkin layak lagi
Tapi aku selalu berhayal
Suatu saat lagi aku bisa pergi bersekolah
Saat yangkunantikan saat berkumpul dengan teman-teman
Mungkin aku selalu berfikir
Itu tidak akan terjadi padaku
Aku hanya bisa berdo’a dan berdo’a</b
Agar impian itu bisa terjadi
Semoga saja keajaiban akan datang
Pada tahun yang akan datang
Yang akan membawa perubahan untuk segalanya
Agar aku bisa sekolah lagi
Walaupun aku seorang anak jalanan
Tapi semangat belajarku berkobar-kobar didalam hatiku ini
Tentang Engkau (I)
Dan, kemana akan dia perginya?
Tempat yang ia tuju kecuali kesenangannya
Dan apa yang ia perbuat untuk rakyatnya?
Hanya penderitaan yang ia sampaikan
Dan, kemana akan dia perginya?
Tak ada kelaparan baginya
Dan apa yang ia perbuat untuk rakyatnya?
Angka yang terus merayap naik
Dan kemana akan dia perginya?
Tempat “tinggal” yang mewah adanya
Dan apa yang ia perbuat untuk rakyatnya?
Pindah mereka setiap saat
Hai, para pemimpin yang memiliki mata!
Tak lihatkah kau, tubuh kering kerontang rakyatmu?
Hai, para pemimpin yang memiliki telinga!
Tak dengarkah kau, jeritan tangis hati rakyatmu?
Hai, para pemimpin yang memiliki hati!
Tak merasakah kau, basah darah dan air mata rakyatmu?
Hai, para pemimpin yang memiliki akal!
Tak tahukah kau, ketika Tuhan Alam Raya ini menyatakan, bahwa setiap yang berjiwa akan dihisab?
Dengan suara ini, aku mewakili
jiwa-jiwa yang tertindas, menyatakan
kepada kalian, para pemimpin.
Kembalilah kalian ke jalan yang benar!
Kembalilah kalian kepada hukum yang benar!
Kembalilah kalian, dari apa ayng telah kalian rusak,
dan benarkanlah perbuatan kalian!
Tentang Engkau (II)
Hai, kau yang (dipilih untuk menjadi) pemimpin kami!
Apakah kau tak tahu, apa yang kau (seharusnya) lakukan?
Dan apabila kau tidak (mau) tahu,
Maka akan kau kemanakan harkat diri kami?
Hai, kau yang (dipilih untuk menjadi) pemimpin kami!
Apakah kau tak tahu, apa yang kau (seharusnya) pikirkan?
Dan apabila kau tidak (mau) tahu,
Maka akan kau apakan tubuh kerontang kami?
Hai, kau yang (dipilih untuk menjadi) pemimpin kami!
Apakah kau tak tahu, apa yang kau (seharusnya) perintahkan?
Dan apabila kau tidak (mau) tahu,
Maka akan kau berikan apa saudara-saudara kami?
Hai, kau yang (dipilih untuk menjadi) pemimpin kami!
Apakah kau tak tahu, apa yang kau (seharusnya) lindungi?
Dan apabila kau tidak (mau) tahu,
Maka akan kau sandarkan kemana harapan kami?
Hai, kau yang (dipilih untuk menjadi) pemimpin kami!
Apakah kau tak tahu, apa yang kau (seharusnya) cintai?
Dan apabila kau tidak (mau) tahu,
Maka akan kau bahagiakan siapa selain kami?
Hai, kau yang (dipilih untuk menjadi) pemimpin kami!
Apakah kau tak tahu, apa yang kau (seharusnya) ayomi?
Dan apabila kau tidak (mau) tahu,
Maka akan kau arahkan kemana kepala kami?
Hai, kau yang (dipilih untuk menjadi) pemimpi
Tentang Engkau (III)
Begitu, begitu yang kami dengar
Janji manis yang kau lontarkan di hadapan kami,
ketika kau dengan gagah berpidato di atas
podium yang megah
Begitu, begitu yang kami dengar
Prestasi baik yang kau sampaikan di hadapan kami,
ketika kau dengan kesederhanaan mu di tengah
rakyat biasa
Begitu, begitu yang kami dengar
Arah dan tujuan yang kau tawarkan di hadapan kami,
ketika kau berpakaian mantap di depan
layar kaca
Begitu, begitu yang kami dengar
Kemenangan dunia yang kau ambisikan di hadapan kami,
ketika kau dengan wajah berwibawa di samping
para pejabat
Begitu, begitu yang kami dengar
Kelihaian berdebat di hadapan kami,
ketika kau mengeluarkan pikiran ditantang
para pesaingmu
Namun, apakah kau benar-benar melakukan apa yang kau janjikan?
Namun, apakah kau benar-benar tidak bersandiwara dengan kami?
Namun, apakah kau benar-benar berkorban untuk kepentingan rakyatmu?
Aku (Tak) Mau Jadi Orang Indonesia
Aku (tak) mau jadi orang Indonesia
Dengan segala (kerusakan) moral para pemimpinnya,
apakah kalian juga (masih) mau jadi orang Indonesia?
Aku (tak) mau jadi orang Indonesia
Dengan aturan-aturan (kufur) yang diterapkan para pemimpinnya,
apakah kalian juga (masih) mau jadi orang Indonesia?
Aku (tak) mau jadi orang Indonesia
Dengan maraknya perjanjian (palsu) manis dari para pemimpinnya
apakah kalian juga (masih) mau jadi orang Indonesia?
Aku (tak) mau jadi orang Indonesia
Dengan undang-undang barunya (yang merugikan),
apakah kalian juga (masih) mau jadi orang Indonesia?
Aku (tak) mau jadi orang Indonesia
Dengan angka (kemiskinan) yang terus merayap ,
apakah kalian juga (masih) mau jadi orang Indonesia?
Aku (tak) mau jadi orang Indonesia
Dengan SDM peringkat pertama (dari bawah) sedunia,
apakah kalian juga (masih) mau jadi orang Indonesia?
Aku (tak) mau jadi orang Indonesia
Dengan rumah sakit (mahal) di mana-mana,
apakah kalian juga (masih) mau jadi orang Indonesia?
Aku (Tak) Mau Jadi Orang Indonesia (II)
Aku (tak) mau jadi orang Indonesia
Dengan tingginya (angka korupsi) para pejabat
apakah kalian juga (masih) mau jadi orang Indonesia?
Aku (tak) mau jadi orang Indonesia
Dengan kesejahteraan (untuk orang kaya) yang dicapainya
apakah kalian juga (masih) mau jadi orang Indonesia?
Aku (tak) mau jadi orang Indonesia
Dengan tayangan (pornografi) yang mudah diakses di pelosok desa sekalipun
apakah kalian juga (masih) mau jadi orang Indonesia?
Aku (tak) mau jadi orang Indonesia
Dengan keadilan dan kepastian (untuk tidak adil dan tidak pasti) di hadapan hukum
apakah kalian juga (masih) mau jadi orang Indonesia?
Aku (tak) mau jadi orang Indonesia
Dengan pembersihan (anak jalanan) di kota-kota besar
apakah kalian juga (masih) mau jadi orang Indonesia?
Aku (tak) mau jadi orang Indonesia
Dengan pemeliharaan (aliran sesat) yang baik di Indonesia
apakah kalian juga (masih) mau jadi orang Indonesia?
Aku (tak) mau jadi orang Indonesia
Dengan sekolah-sekolah (tak layak) yang gratis,
apakah kalian juga (masih) mau jadi orang Indonesia?
Generasi Selanjutnya?
Lihatlah, wajah-wajah generasi pembaharu kita!
Wajah kumal, penuh dengan kotoran,
melihat dengan pandangan kosong.
Matanya seakan berkata,
“Aah… aku ingin sekolah”
Lihatlah, tangan-tangan generasi pembaharu kita!
Berdebu, memainkan gitar
tua yang didapat dari tukang loak dengan harga yang murah.
Tangannya seakan berkata,
“Aah… aku ingin sekolah”
Lihatlah, kaki-kaki generasi pembaharu kita!
Tidak beralaskan suatu apapun,
berjalan dari mobil ke mobil lain demi sesuap nasi.
Kakinya seakan berkata,
“Aah… aku ingin sekolah”
Lihatlah, punggung-punggung generasi pembaharu kita!
Lecet terjatuh di atas aspal,
ketika mengejar uang receh yang dilemparkan orang (yang dihinakan)
Punggungnya seakan berkata,
“Aah… aku ingin sekolah”
Lihatlah, rambut-rambut generasi pembaharu kita!
Tidak beraturan, tumbuh dengan
lebatnya di atas kepalanya yang penuh tamparan.
Rambutnya seakan berkata,
“Aah… aku ingin sekolah”
Lihatlah, kuku-kuku jari generasi pembaharu kita!
Patah disana-sini,
tidak terawat (tidak dipedulikan) sama sekali.
Kukunya seakan berkata,
“Aah… aku ingin sekolah”
Lihatlah, tubuh-tubuh generasi pembaharu kita!
kurus kerontang dengan rasa kelaparan,
berjalan dengan tanpa tujuan.
Tubuhnya seakan berkata,
“Aah… aku ingin sekolah”
Lihatlah, mimpi-mimpi generasi pembaharu kita!
Masa depan yang tidak terpikirkan,
bayangan yang selalu terhapus dengan kenyataan.
Hatinya seakan berkata,
“Aah… aku ingin sekolah”




hati2 ITE, slalu mengintai kita
Makasih, nya pak. Dah ngirimin komentarnya
Terimakasih atas peringatannya…
puisina meni garokil kitu…sipplah….
puisina lucu-lucu
S5UvW0 cpvipjpskyhn, [url=http://gpzwowyqytwc.com/]gpzwowyqytwc[/url], [link=http://rmbtfmazvntu.com/]rmbtfmazvntu[/link], http://umydkwqbktwl.com/
Klu boleh tau…itu rus apaan ya
hmmmm…. kenapa ada puisi yg judulnya gerindra? hohohoo/…
Kenapa…gitu gapapakan ….coz bagus kan…..kareba puisi tersebut…saat….akan diadakannya denagan pemilu…
puisi nya bagus banget….. pa lagi puisi tentang sby..
bagus bangettttttt…..
Ya terimakasih atas pujiannya……
puisinya dalem ameeeetch… apalgi yg “generasi selanjutnya” Itu bikin cendili puisinya, yach?
emang benar kami yang membuatnya…..terima kasih atas pujiannya….
kata temen aku, ad artikel tentang CS, ya? aku kan penggemar beratnya!! kok nggak ada, ya?
Oh…mohon maaf karena artikel itu udah dihapus….
puisi2 u bguz cmua mnyatakan bhwa u sngt mmprhatikan smua yg ad d skeli2ngmu,
kt2ny jg lugas mudah d phami tu’ cmua glongan,,,yyyyyy Q suka bgt dgn puisi2 u”
truz brkarya dngan baik y ? moga u bs mmbwat karya2 yg lbih the best lg….good luck!!!!!!!
makasih…….udah kasih komennya